Program penting lainnya adalah pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Saat Nana mulai menjabat pada September 2023, angka kemiskinan Jateng 10,77 persen. Dengan berbagai program yang dilaksanakan, angka kemiskinan berhasil diturunkan menjadi 9,58 persen pada 2024.
“Kita rencanakan bagaimana mengentaskan kemiskinan. Anggaran saya tingkatkan untuk kemiskinan dengan berbagai kegiatan,” kata dia.
Ia menekankan kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jateng serta bupati/walikota agar bersama-sama memberikan yang terbaik untuk masyarakat Jateng.
Di sisi lain, Nana juga serius dalam menarik investor agar mau berinvestasi di Jawa Tengah. Realisasi investasi di Jawa Tengah sepanjang 2024 mencapai Rp88,4 triliun.
Sebelumnya, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah, Ahmad Darodji menilai, selama ini Nana Sudjana selalu mendukung penuh program dan kegiatan yang diselenggarakan lembaganya, setiap ada undangan selalu menyempatkan hadir. Bahkan, selama ini juga dinilai ikut membesarkan Baznas Jateng.
“Hampir semua undangan kami, beliau datang. Itu suatu hal yang sangat luar biasa,” kata dia.
Berkat dukungan dan motivasi Nana Sudjana, lanjut Darodji, penerimaan zakat melalui lembaganya mengalami peningkatan. Tak pelak, lembaganya mampu membantu pemerintah dalam mengatasi kemiskinan, kemiskinan ekstrem, mengatasi stunting, dan program lainnya