Semarang – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko menyerukan pentingnya program pendidikan berbasis pengembangan potensi diri bagi anak-anak dan remaja.
Ia menerangkan, program tersebut tidak hanya bertujuan untuk membantu mereka menemukan bakat dan kemampuan terbaiknya, tetapi juga sebagai alat untuk mengendalikan pergaulan agar tidak terjerumus dalam hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan.
“Pendidikan bukan hanya soal akademik. Kita harus memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk menemukan potensi terbesarnya. Dengan begitu, mereka bisa tumbuh menjadi individu yang percaya diri dan produktif, sekaligus terhindar dari pengaruh negatif,” ujar Heri.
Heri menilai bahwa peran sekolah, keluarga, dan masyarakat sangat penting dalam mewujudkan program pendidikan yang holistik ini.
Ia mengusulkan agar kurikulum pendidikan di Jawa Tengah lebih banyak memasukkan kegiatan yang mendorong pengembangan keterampilan non-akademik, seperti seni, olahraga, dan keterampilan kewirausahaan.
“Kita perlu memberi ruang bagi anak-anak untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka. Sekolah harus menjadi tempat yang tidak hanya mengasah intelektual, tetapi juga membangun karakter dan kreativitas mereka,” tambahnya.
Sebagai bagian dari program ini, Heri mengusulkan pembentukan pusat pengembangan minat dan bakat di setiap kabupaten atau kota di Jawa Tengah. Pusat ini akan menyediakan fasilitas dan pendampingan bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan di bidang yang mereka minati.
“Dengan adanya pusat pengembangan ini, anak-anak bisa lebih fokus menggali potensi diri mereka. Selain itu, ini juga bisa menjadi wadah bagi mereka untuk berinteraksi secara positif dengan teman sebaya,” jelasnya.
Heri juga menekankan pentingnya pendidikan karakter sebagai bagian integral dari program ini.
Menurutnya, pendidikan karakter yang kuat dapat menjadi benteng bagi remaja untuk melawan pengaruh negatif, seperti narkoba, kenakalan remaja, dan perilaku menyimpang lainnya.
“Kita harus membekali anak-anak dengan nilai-nilai moral dan etika yang kuat. Dengan begitu, mereka bisa membuat keputusan yang bijak dalam menghadapi tantangan pergaulan,” tegasnya.
Kerjasama Semua Pihak
Dalam implementasinya, Heri mendorong kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan komunitas masyarakat. Ia juga mengajak sektor swasta untuk berkontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang mendukung pendidikan dan pengembangan anak-anak muda.
“Masalah pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Dengan dukungan dari semua pihak, kita bisa menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak,” katanya.