news

Heri Pudyatmoko Ingatkan Masyarakat untuk Waspadai Penipuan Online

Jumat, 13 Desember 2024 | 16:15 WIB
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko

Semarang – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya kasus penipuan online yang terus terjadi di berbagai daerah. Heri menilai bahwa penipuan berbasis digital ini menjadi salah satu ancaman serius di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

“Penipuan online bukan lagi isu kecil. Kasus-kasus seperti phishing, penipuan berkedok investasi, hingga penipuan belanja online semakin merugikan masyarakat,” ungkapnya.

“Kita semua harus lebih waspada dan memahami cara kerja para pelaku kejahatan ini agar tidak menjadi korban,” lanjutnya.

Wakil Pimpinan DPRD Jateng yang akarab disapa Heri Londo itu juga menekankan pentingnya literasi digital sebagai langkah awal dalam menangkal penipuan online.

Ia mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam memberikan data pribadi dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak terverifikasi. Selain itu, ia juga mendorong pemerintah untuk memperluas program edukasi digital bagi semua kalangan masyarakat.

“Edukasi digital harus menjadi prioritas. Masyarakat perlu tahu cara mengenali modus-modus penipuan online, seperti tawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, atau pesan mendesak yang meminta data pribadi,” ujarnya.

“Dengan literasi yang baik, kita bisa meminimalisasi risiko,” ia menegaskan.

Tak hanya itu, Heri juga meminta penyedia layanan digital untuk meningkatkan keamanan platform mereka. Menurutnya, perusahaan teknologi memiliki tanggung jawab besar dalam melindungi data dan transaksi pengguna.

“Kita harus mendesak platform digital untuk terus meningkatkan sistem keamanan mereka. Selain itu, mereka juga harus menyediakan layanan pengaduan yang responsif sehingga korban bisa melaporkan kejadian dengan cepat,” katanya.

Sebagai langkah strategis, Heri mengusulkan pembentukan satuan tugas khusus untuk menangani penipuan online di tingkat provinsi.

Satuan tugas ini, yang melibatkan pemerintah, aparat kepolisian, dan ahli teknologi, bertugas untuk mendeteksi, mencegah, dan menindak pelaku penipuan online secara efektif.

“Dengan adanya tim khusus, kita bisa lebih proaktif dalam mengatasi masalah ini. Selain penindakan, tugas mereka juga mencakup memberikan informasi dan peringatan dini kepada masyarakat terkait modus-modus penipuan terbaru,” jelasnya.

Heri juga mengingatkan masyarakat untuk segera melapor jika menjadi korban atau menemukan indikasi penipuan. Menurutnya, laporan dari masyarakat sangat membantu pihak berwenang dalam menelusuri dan menangkap pelaku.

“Jangan ragu untuk melapor. Semakin cepat laporan diterima, semakin besar peluang kita untuk menangkap pelaku dan mencegah korban lainnya,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini