news

Simposium Best Yogyakarta: Panggung Diskusi Para Pakar Kebebasan Beragama dan Kritik Sosial yang Membara

Selasa, 5 November 2024 | 22:28 WIB
KOLASE : kumpulan narasumber yang akan meriahkan Simposium Best di Yogyakarta 14-15 November 2024. (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Kota Yogyakarta bersiap menyambut Simposium Best yang diselenggarakan oleh Jaringan GUSDURian, sebuah acara yang akan membahas secara mendalam isu kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia bersama para pakar terkemuka.

Acara yang berlangsung di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga pada 14-15 November 2024 ini mengusung tema “Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) sebagai Kritik Sosial untuk Kewargaan yang Berkeadilan”.

Di antara para ahli yang dijadwalkan hadir adalah jurnalis dan aktivis HAM Andreas Harsono, Direktur LKiS dan budayawan Hairus Salim, Komisioner Komnas HAM 2022 Beka Ulung Hapsara, serta Presidium GUSDURian Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampapua) Suaib Amin Prawono.

Baca Juga: Profil Lengkap Widodo Cahyono Putro: Dari Ikon Sepak Bola ke Arsitek Taktik di Persijap Jepara

Keempat tokoh ini akan berpartisipasi dalam tiga sesi utama simposium: Kebebasan Beragama Berkeyakinan, Janji Konstitusi, dan Silang Sengkarut Kebijakan; Suara Komunitas: Perjuangan Menuntut Hak; dan Persilangan Ketidakadilan: Kebebasan Beragama dan Isu Sosial Kritis.

Andreas Harsono akan mengupas isu KBB dari perspektif jurnalis dan aktivis HAM. Sebagai salah satu pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, Andreas dikenal kritis terhadap hak konstitusi umat beragama, terutama kelompok minoritas yang mengalami persekusi, serta kebijakan pemerintah yang cenderung mayoritarianisme.

Karya-karyanya, termasuk buku "Race, Islam and Power: Ethnic and Religious Violence in Post-Suharto Indonesia", memperkuat kredibilitasnya.

Baca Juga: Kapolda Jateng Pastikan Kesiapan Jepara Menjelang Pilkada

Hairus Salim akan menghubungkan isu ini dengan 9 Nilai Utama Gus Dur, dasar gerakan Jaringan GUSDURian. Sebagai alumnus Jurusan Antropologi Universitas Gadjah Mada, ia akan menjelaskan fenomena kebebasan beragama melalui pendekatan antropologi. Salah satu karyanya, "Krisis Keistimewaan", diterbitkan pada 2017.

Beka Ulung Hapsara, yang aktif di Komnas HAM sejak 2017, akan berbicara tentang hak asasi manusia, termasuk pemantauan konflik dan pelanggaran HAM, serta diskriminasi dan intoleransi. Ia juga terlibat dalam advokasi masyarakat sipil dengan International NGO Forum on Indonesian Development (INFID).

Suaib Amin Prawono berfokus pada pencegahan terorisme dan advokasi hak di Indonesia Timur. Ia aktif menulis dan terlibat dalam isu toleransi dan moderasi agama.

Baca Juga: Banjir Peminat, Waktu Pendaftaran PLN Journalist Award 2024 Diperpanjang Hingga 14 November 2024

Selain mereka, Simposium Best akan diisi oleh narasumber lain seperti Jay Akhmad, Noorhaidi Hasan, Ihsan Ali Fauzi, dan lainnya, yang akan memperkaya diskusi dengan perspektif mereka masing-masing.

Tags

Terkini