news

Profil Lengkap Widodo Cahyono Putro: Dari Ikon Sepak Bola ke Arsitek Taktik di Persijap Jepara

Selasa, 5 November 2024 | 01:58 WIB
SPORT : Pelatih Persijap Jepara, Widodo Cahyono Putro , beberapa waktu yang lalu. (Istimewa for Pantura Network)

Pantura Network -- Sepak bola Indonesia kembali bergejolak dengan penunjukan Widodo Cahyono Putro sebagai pelatih baru Persijap Jepara untuk menghadapi putaran kedua Liga 2 musim 2024-2025.

Kabar ini diumumkan secara resmi oleh akun media sosial klub pada malam Senin, 4 November 2024, setelah manajemen memutuskan untuk memecat Kahudi Wahyu Widodo, meskipun tim sebelumnya berhasil menempati peringkat ketiga di klasemen sementara.

Latar Belakang dan Prestasi Sebagai Pemain

Widodo Cahyono Putro dilahirkan pada 8 November 1970 di Desa Panulisan, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap Barat, Jawa Tengah.

Baca Juga: Kapolda Jateng Pastikan Kesiapan Jepara Menjelang Pilkada

Ia dikenal sebagai salah satu pemain sepak bola paling berbakat yang dimiliki Indonesia. Karier bermainnya dimulai di Petrokimia Putra Gresik, di mana ia menampilkan bakatnya sebagai penyerang ulung.

Momen paling ikonik dalam kariernya terjadi saat ia mencetak gol dengan tendangan salto yang menakjubkan dalam pertandingan melawan Kuwait di Piala Asia 1996.

Gol ini tidak hanya menjadi sorotan media, tetapi juga diakui sebagai salah satu yang terindah dalam sejarah sepak bola Indonesia.

Baca Juga: MUI Jepara Fokus pada Edukasi Pemilih dan Harmoni Sosial dalam Musda Ke-10

Widodo juga mewakili Tim Nasional Indonesia, berkontribusi dalam berbagai turnamen internasional dan meninggalkan jejak yang mendalam sebagai salah satu pilar timnas.

Perjalanan Karir Kepelatihan

Setelah pensiun dari dunia bermain, Widodo segera beralih ke kepelatihan dan menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang luar biasa. Berikut adalah perjalanan karir kepelatihan Widodo Cahyono Putro:

1. Petrokimia Putra Gresik (2004): Memulai karir kepelatihan di klub yang membesarkannya.
2. Persijap Jepara (Asisten Pelatih, 2005-2006): Mendapatkan pengalaman penting sebagai asisten pelatih.
3. Tim Nasional Indonesia (Asisten Pelatih, 2006-2008): Terlibat dalam berbagai ajang, termasuk SEA Games dan Kualifikasi Piala Asia.
4. Persela Lamongan (2009): Mengambil alih jabatannya sebagai pelatih kepala.
5. Sriwijaya FC (2016-2017): Berhasil membangun tim yang kompetitif di Liga 1.
6. Bali United (2017-2018): Diangkat menjadi pelatih kepala, menggantikan Eko Purjianto, dan sukses membawa tim meraih prestasi yang signifikan.
7. Persita Tangerang (2019-2022): Meraih kesuksesan dalam membangun tim yang solid di Liga 1.
8. Bhayangkara FC (2022-2023): Menghadapi tantangan baru di klub lain.
9. Deltras Sidoarjo (2023-2024): Menjadi pelatih sebelum akhirnya bergabung dengan Arema FC.
10. Persijap Jepara (2024-sekarang): Penunjukan sebagai pelatih baru untuk menghadapi putaran kedua Liga 2, menggantikan Kahudi Wahyu Widodo.

Baca Juga: Makna 'Ya Mushawwir' dari Asmaul Husna

Halaman:

Tags

Terkini