PANTURA NETWORK -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jepara dalam Musyawarah Daerah (Musda) Ke-10, memiliki perhatian utama berupa peran strategis MUI sebagai agen perubahan sosial dan edukasi pemilih.
Acara tersebut berlangsung pada Sabtu, 2 November 2024, di Aula Kantor MUI Jepara dan bertujuan untuk menyusun langkah-langkah strategis bagi periode 2024-2029.
Pada kesempatan itu yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Penjabat (Pj) Bupati Jepara, H. Edy Supriyanta, yang menekankan pentingnya edukasi dan partisipasi aktif dari masyarakat menjelang Pilkada.
Baca Juga: Makna 'Ya Mushawwir' dari Asmaul Husna
"MUI memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing masyarakat agar berpolitik dengan bijak dan penuh etika," ungkap Edy Supriyanta.
Selain itu, Musda ini juga menyoroti upaya MUI dalam menggalang sinergi antara ulama dan pemerintah guna menciptakan harmoni sosial.
Ketua MUI Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji, menegaskan pentingnya MUI sebagai sumber gagasan solutif dan adaptif di tengah perkembangan zaman.
Baca Juga: Banjir Peminat, Waktu Pendaftaran PLN Journalist Award 2024 Diperpanjang Hingga 14 November 2024
"MUI harus proaktif dalam mendidik masyarakat, terutama dalam konteks pemilu, agar setiap warga menyadari pentingnya menggunakan hak pilih dengan bijak," jelas KH Ahmad Darodji.
Sinergi ini diharapkan mampu mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan harmonis.
Adapun Ketua MUI Kabupaten Jepara, KH Mashudi juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mencapai tujuan bersama.
Baca Juga: Makna Ya Baari' dari Asmaul Husna
"Kami berkomitmen untuk terus menjadi mitra sinergis dalam membangun Jepara yang lebih baik," ujar KH Mashudi.