news

Kehadiran Bangsal Psikiatri di RS. Bhina: Inovasi Kesehatan atau Sekadar Strategi?

Sabtu, 26 Oktober 2024 | 10:57 WIB
Peresmian Bangsal ODGJ di RS Bhina Rembang, beberapa waktu yang lalu (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Dalam upaya yang tampak sebagai langkah darurat untuk mempertahankan stabilitas finansial, RS. Bhina Bhakti Husada menghadirkan Bangsal Psikiatri "KRESNA". Meski berfungsi sebagai respons terhadap meningkatnya perhatian pada kesehatan mental, inisiatif ini memunculkan pertanyaan mengenai manajemen rumah sakit yang tengah merugi hingga 1 miliar rupiah setiap bulan.

Acara peresmian, Kamis (17/10/24) yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Komisaris Utama Bhina Karya Husada, Adna Tukiman, dan Direktur RS. Bhina Bhakti Husada, tidak dapat menutupi tantangan berat yang dihadapi oleh rumah sakit tersebut.

Joko, pengelola Panti Sosial Kesehatan Jiwa (ODGJ), menyampaikan harapan bahwa bangsal baru ini akan membantu menangani pasien yang mengalami kambuh, meskipun pernyataannya justru menyingkap ketergantungan rumah sakit terhadap fasilitas di luar daerah.

Baca Juga: Deklarasi Meriah Paguyuban Bis Mini: Harno-Hanies Dianggap Mampu Selesaikan Masalah Transportasi

Direktur RS. Bhina Bhakti Husada menambahkan keprihatinan melalui cerita tentang dampak buruk dari kesehatan mental yang terabaikan, menekankan kompleksitas masalah ini yang dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk ekonomi. Bangsal baru ini, meskipun dilengkapi dengan dua dokter psikiatri dan pengamanan tambahan, menunjukkan kesiapan yang mungkin belum optimal.

Sementara itu, Adna Tukiman meresmikan bangsal ini dengan keyakinan bahwa penanganan yang tepat harus segera dilakukan untuk gejala kesehatan jiwa yang bermasalah. Namun, banyak yang melihat pembukaan ini sebagai upaya untuk menutupi permasalahan yang lebih dalam.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan tinjauan lokasi, tetapi di balik itu, ada kekhawatiran bahwa tindakan ini hanyalah langkah sementara untuk menjaga citra di tengah kesulitan finansial yang serius.

Baca Juga: Harno dan Hanies: Duet Membangun Rembang Bebas Kemiskinan Ekstrem

Dalam pandangan masyarakat, meskipun pembukaan ini dilihat sebagai langkah menuju perbaikan layanan kesehatan mental, tantangan sebenarnya adalah bagaimana rumah sakit dapat mengatasi kendala manajemen dan keuangan yang ada.

Sementara itu, Vivit, calon bupati Rembang 2024 yang sering mempromosikan RS. Bhina melalui kampanye kesehatan gratis, kini menghadapi keraguan dari para pendukungnya mengenai stabilitas keuangan Bhina Group, yang merupakan bagian dari keluarganya.

Tags

Terkini