news

Pasar Murah Jepara: Dari Bantuan Hingga Kekecewaan

Sabtu, 23 Desember 2023 | 17:53 WIB
Pasar Murah Jepara: Dari Bantuan Hingga Kekecewaan. (Dok)

PANTURANETEORK.COM -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan menggelar pasar murah.

Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Desa Jinggotan, Kecamatan Kembang, Selasa (19/12/2023) lalu. 

Penjabat (Pj) Bupati Jepara melalui Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Diyar Susanto mengatakan, gerakan pangan murah dan gelar pangan lokal Jepara, digelar untuk mengantisipasi adanya kebutuhan pangan yang semakin meningkat jelang Nataru. Sehingga, akan berdampak pada kenaikan harga pangan.

Baca Juga: Ini Penjelasan Singkat Tentang SGIE Yang Buat Cak Imin Tidak Paham

“Adanya kenaikan harga beberapa komoditas pangan strategis dapat memicu inflasi dan gejolak di masyarakat, apalagi ini akan menghadapi Natal dan tahun baru,” ungkap Diyar.

Disampaikan, kegiatan pangan murah di Lapangan Jinggotan ini merupakan yang terakhir di 2023. Yang sebelumnya dilakukan di kawasan Shopping Center Jepara (SCJ), Lapangan Purwogondo, Kecamatan Mayong, Alun-Alun Jepara, PT Sami Kecamatan Mayong, dan terkahir di Desa Jinggotan.

“Total sudah ada 11 kali kegiatan pangan murah yang dilaksanakan. Sebanyak empat kali menggunakan APBN melalui Bapenas, dan tujuh kali APBD Jepara,” kata Diyar.

Baca Juga: Permasalahkan Pembangunan IKN, Cak Imin Justru Kena Skakmat Gibran, Sebut Cak Imin Tidak Konsisten

Diyar menambahkan, untuk gerakan pangan murah ini, pihaknya menyedikan sedikitnya lima ton beras medium, dua ton beras SPHP (Bulog), 500 kilogram telur ayam, 250 kilogram bawang merah, dan 600 liter minyak goreng.

Sebagai informasi, harga jual beras medium biasanya Rp65 ribu/lima kilogram, dijual Rp59 ribu. Telur ayam biasanya Rp28 ribu, dijual Rp24 ribu/kilogram, bawang merah biasanya Rp30 ribu, dijual Rp28 ribu/kilogram, dan minyak goreng biasanya Rp15 ribu dijual Rp14 ribu/liter.

Sementara itu, pembeli dari Desa Jinggotan Istiana, Isti, mengaku senang dengan adanya kegiatan pasar murah ini. Ia membeli lebih banyak untuk stok jelang Nataru.

“Belanja untuk stok Natal nanti, biasanya harganya akan naik,” ungkap Isti.

Baca Juga: Mahfud MD Permasalahkan Target Pertumbuhan Ekonomi AMIN, Cak Imin: Itu Target Realistis

Disisi lain, pasar murah juga tak lepas dari polemik yang menghinggapinya dan menjadi catatan khusus bagi Pemkab Jepara. Dimana pasar murah seharusnya dievalusi terlebih dahulu sebelum digelar kembali karena dianggap tidak tepat sasaran dan hanya mengahmbur-hamburkan anggaran.

"Realita di lapangan, harga bahan pangan di pasar murah hanya selisih seribu. Hal itu tidak sebanding dengan kemampuan masyarakat. Singkat kata, murahnya tidak murah," kata Ketua DPRD Jepara Haizul Maarif, Jumat (1/12/23).

Halaman:

Tags

Terkini