PANTURANETWORK.COM -- Pemberian hadiah dari Sekda Jepara Edy Sujatmiko kepada wisatawan menuai kontroversi. Pasalnya, hal tersebut dinilai sejumlah pihak sebagai sikap yang mubadzir (sia-sia).
Seperti hadiah utama berupa sepeda listrik kepada wisatawan, menurut Kemensospol BEM Unisnu Jepara Eva Saifuddin, suatu bentuk kesia-siaan. Karena hanya menghabiskan anggaran.
Alasannya, Jepara tengah mengalami defisit sebanyak 80 miliar lebih, ditambah proyeksi defisit di tahun selanjutnya kian membengkang. Beriringan dengan hal itu, Jepara juga alami inflasi.
Baca Juga: Resmi! Firli Bahuri Mundur Sebagai Ketua KPK Setelah 4 Tahun Menjabat
Hemat dia, lebih baik dialihkan untuk perbaikan akses hingga sarana pariwisata. Karena dampaknya, potensi wisatawan memilih Jepara sebagai destinasi wisata semakin tinggi.
"Nggak penting banget, untuk menarik wisatawan apa iya jalan satu-satunya dengan memberi hadiah? kan tidak. Bangun branding Jepara melalui publikasi, sarana, akses apapun. Jika baik, tanpa pancingan hadiah, wisatawan berdatangan kok," jelas Eva, Jumat (22/12/2023).
Sebelumnya, Sekda Jepara Edy Sujatmiko melakukan pengundian puluhan hadiah di Pendopo Kartini Jepara. Sebagai apresiasi kepada wisatawan yang telah menyumbang PAD.
Bahkan, tahun depan, Sekda Jepara Edy Sujatmiko berencana mempersiapkan hadiah jauh lebih banyak dan lebih besar. Tidak lain hanya sekadar apresiasi kepada tamu daerah, karena menyumbang PAD di sektor pariwisata, hotel dan restoran.
Baca Juga: Polisi Selidiki Video Viral Pasangan Kekasih Yang Mesum Di Restoran Di Daerah Senopati
"BPKAD harus menekan kebocoran potensi PAD dari sektor tersebut dengan memastikan semua restoran dan rumah makan memasang alat perekam transaksi elektronik tapping box," ujar Sekda Jepara Edy Sujatmiko, Selasa (19/12/2023).
Kepala BPKAD Jepara Florentina Budi Karuniawati mengatakan, ini bentuk apresiasi kepada Wajib konsumen yang melakukan transaksi di restoran, rumah makan, perhotelan, dan hiburan di Jepara.
"Kami menindaklanjuti gagasan dari KPK memasang alat tersebut bekerja sama dengan Bank Jateng sebagai langkah peningkatan pendapatan daerah," kata Florentina.
Baca Juga: Video Viral Sepasang Kekasih Melakukan Kegiatan Mesum Di Sebuah Restoran Di Daerah Senopati Jakarta Selatan
Hingga saat ini, total pengadaan alat mencapai 167 unit, tersebar di Kabupaten Jepara. Jumlah itu terdiri dari 50 alat pembelian dari APBD dan 117 dari Bank Jateng. Total seluruh alat yang sudah terpasang sebanyak 129 unit.
Pada kegiatan ini terdapat 143 konsumen dan 800-an kupon undian yang diundi.