Sebanyak 988 karyawan PT. Handal Sukses Karya (HSK) mengikuti Screening Tuberkulosis (TBC) berdasarkan tempat kerja yang diadakan oleh Mentari Sehat Indonesia (MSI), di Mayong, Jepara pada Jumat (15/12/2023).
Kepala Program Yayasan MSI M. Arif Sitegar mengatakan, acar ini merupakan langkah dalam pencegahan dan pendukung program pemerintah untuk mengeliminasi TBC, khususnya di Jepara.
“Kami bergerak di bidang kesehatan sejak tahun 2021. Namun pada hari ini, khusus untuk penjaringan dugaan TBC yang tidak terduga di PT. HSK,” jelas Arif.
Ia juga mengatakan alasan diadakannya kegiatan di PT HSK karena ada salah satu karyawan yang sebelumnya positif TBC.
Sehingga, selanjutnya, karena TBC merupakan penyakit menular yang memerlukan adanya tahapan-tahapan yang harus dilakukan salah satunya dengan kegiatan siang tadi.
“Karena ada salah satu karyawan di PT. HSK menemukan kasus TBC, dan itu menular. Karyawan dianggap perlu melakukan Medical Check Up, Screening, dan foto X Ray. Untuk mengetahui indikasi dini pun, harus melakukan beberapa tahapan, yaitu kita melakukan tes dahak, untuk memeriksa, agar diobati dan transmisi terputus,” tuturnya.
Di sisi lain, Meisi Athul Khadijah selaku Technical Officer (TO) Aksal TBC Resistance Obat (RO) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah, mengatakan, dalam dua tahun terakhir persebaran TBC Jepara meningkat.
“Penemuan TBC pada tahun 2023 sebanyak 73.445 kasus, dari target yang ditentukan sebanyak 73.856 kasus. Sedangkan pada tahun 2022 ditemukan 72.592 kasus, dengan target ditentukan 92.870 kasus,” ujar Meisi.
Berangkat dari itu, Eni Surini selaku General Manager PT. HSK, benar terkait dugaan TBC pada pabrik yang dikelolanya.
“Kasus TBC bukan hanya di tempat kami saja, tetapi di tempat lain juga ada. Terkait adanya DINKES di sini, memang kami sering bekerja sama sebelumnya, terkait sosialisasi TBC, HIV ataupun masalah kesehatan lainnya. Karna memang sesuai dengan komitmen kami untuk menciptakan karyawan yang Sehat dan Produktif,” terang Eni.