nasional

PERDOKJASI Luncurkan Dewan Penasihat Medis, Perkuat Tata Kelola Kedokteran Asuransi Indonesia

Minggu, 2 November 2025 | 15:06 WIB
PERDOKJASI Luncurkan Dewan Penasihat Medis, Perkuat Tata Kelola Kedokteran Asuransi Indonesia

Selain dua tokoh utama dari pemerintah dan BPJS, forum ini juga diisi oleh deretan narasumber lintas disiplin yang menjadi figur penting dalam pengembangan Kedokteran Asuransi di Indonesia. Hadir memberikan pandangan strategis dan reflektif antara lain Prof. Dr. Muchtaruddin Mansyur, MS., PKK., PGDRM., Sp.Ok., Subsp.ToksiKO(K)., Ph.D., pakar kedokteran okupasi; Prof. DR. dr. Rianto Setiabudy, Sp.FK., pakar farmakologi klinik; Prof. DR. Dr. Herkutanto, Sp.FM., Subsp.FK(K)., SH., LLM., FACLM., pakar kedokteran forensik dan medikolegal; dr. Hasbullah Thabrany, MPH., Dr.PH., HIA., AAK., ekonom kesehatan senior dan arsitek JKN; DR. Dr. Andi Afdal Abdullah, MBA., AAK., Ketua Umum PAMJAKI; serta dr. Dessy Kusumayati, AAAIJ., AAK., UND., CRGP., AMRP., Ketua Umum PERUJI. Kehadiran para tokoh lintas bidang ini memperkaya dialog strategis antara profesi, industri, dan akademisi.

“AXA Mandiri menyambut positif forum FORESIGHT PERDOKJASI 2025 dan mengapresiasi inisiatif PERDOKJASI dalam memperkuat kolaborasi lintas disiplin untuk membangun sistem jaringan kesehatan nasional yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Kami percaya bahwa kedokteran asuransi memiliki peran strategis dalam menjembatani aspek medis dan finansial, serta memastikan keberlanjutan sistem jaminan sosial di Indonesia,” kata Direktur AXA Mandiri, Uke Giri Utama dalam sambutan pembukanya di pergerlaran FORESIGHT PERDOKJASI 2025.

Peluncuran DPM ini menandai langkah konkret PERDOKJASI dalam memperkuat posisi dokter sebagai garda depan tata kelola sistem kesehatan nasional. Selama setahun berdiri, organisasi ini konsisten mengusung visi “Bridging Medicine with Finance” – menjembatani dunia kedokteran dengan sistem pembiayaan jaminan sosial dan asuransi. Melalui forum FORESIGHT, PERDOKJASI mempertegas peran strategis profesi dokter tidak hanya di ruang praktik, tetapi juga di ruang kebijakan dan tata kelola sistem kesehatan.

“Kedokteran Asuransi adalah arah, dan Dewan Penasihat Medis adalah kompasnya. Dari sini, kita mulai melahirkan generasi dokter yang bukan hanya menyembuhkan penyakit, tapi juga menyembuhkan sistem,” pungkas Wawan.***

Halaman:

Terkini