97 Siswa SMA N 2 Kudus Diduga Keracunan MBG

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Kamis, 29 Januari 2026 | 20:04 WIB
Sejumlah siswi SMA N 2 Kudus nampak tegang usai melihat puluhan temannya keracunan MBG yang kemudian dilarikan ke rumah sakit dengan mobil ambulan, Kamis (29/1/2026). (Istimewa for Pantura Network)
Sejumlah siswi SMA N 2 Kudus nampak tegang usai melihat puluhan temannya keracunan MBG yang kemudian dilarikan ke rumah sakit dengan mobil ambulan, Kamis (29/1/2026). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Sebanyak 97 siswa SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan sekolah. Puluhan siswa harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus.

Para siswa mengeluhkan berbagai gejala, mulai dari mual, muntah, nyeri perut, hingga diare. Dugaan keracunan muncul setelah mereka menyantap menu MBG, Rabu (28/1/2026).

Menu yang dikonsumsi terdiri dari nasi putih, soto ayam suwir, tempe goreng, toge, dan buah kelengkeng. Berdasarkan keterangan medis, keluhan mulai dirasakan sejak Rabu sore, kemudian memburuk pada malam hari, sehingga sebagian siswa harus dilarikan ke rumah sakit, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga: Pemprov Jateng Bergerak Cepat Tangani Dugaan Keracunan MBG di Grobogan, Ratusan Orang Pulih

Dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Resa Perkasa menyampaikan, hingga Kamis siang tercatat 24 siswa menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

"Siswa datang dengan keluhan mual, muntah, nyeri perut, dan diare. Penyebab pastinya belum diketahui, namun sementara kami curigai keracunan makanan," ujar dr. Resa, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, pihak rumah sakit masih melakukan pemeriksaan secara komprehensif guna memastikan penyebab kejadian tersebut. Penanganan difokuskan pada triase kegawatdaruratan, dengan pengelompokan pasien ke dalam kategori hijau, kuning, dan merah.

Baca Juga: Wagub Jateng Dorong Gapembi Perkuat Standar Sanitasi dan Sertifikasi Halal Dapur MBG

"Sebagian pasien memang tidak dalam kondisi gawat darurat, tetapi tetap membutuhkan observasi lanjutan," kata dr. Resa.

Ia menambahkan, berdasarkan keterangan pasien, rasa mual mulai muncul setelah mengonsumsi soto ayam, kemudian disusul diare pada malam harinya.

Situasi ini membuat sejumlah orang tua siswa panik. Nur Wahidah, salah satu orang tua siswa kelas X SMA 2 Kudus, mengaku harus mengantarkan putranya ke RSUD Kudus menggunakan ojek online.

Baca Juga: Program MBG di Grobogan Diharapkan Jadi Lompatan Menuju Generasi Berdaya Saing

"Mules-mules, lalu malamnya diare. Temannya juga banyak yang sama, jadi saya bawa ke rumah sakit," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan, jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan mencapai sekitar 97 orang dari total 1.180 siswa penerima MBG di SMA Negeri 2 Kudus.

Pemerintah daerah, kata dia, tengah berkoordinasi dengan pihak sekolah, dinas kesehatan, serta penyedia makanan untuk menelusuri sumber penyebab kejadian dan memastikan keamanan program MBG ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X